The Journey of Chief of the Mountains

 

Halo para pembaca, hari ini saya akan menceritakan tentang perjalanan bagaimana Anda untuk dapat mencapai Chief of the Mountains. Yang pertama dalam sebuah perjalanan selalu ada prosesnya, tidak terkecuali dalam perjalanan kali ini juga. Kita sadar bahwa dalam menempuh prosesnya Tuhan Yesus selalu bersama-sama kita melewati proses demi proses.

Proses perjalanan yang kita lalui memiliki rute. Untuk menemukan rute terbaik biasanya kita membawa sebuah kompas. Kompas akan membawa kita kepada rute yang benar sekalipun dalam perjalanannya mungkin kita bingung atau tersesat. Dalam kehidupan ini, Anda bisa menggunakan Firman Tuhan sebagai kompas yang benar dan menuntun Anda menjadi Chief of the Mountain.

Dalam artikel ini Anda akan menemukan lima hal yang akan membawa Anda semakin dekat untuk menjadi Chief of the Mountain.

  1. Thinking beyond the horizon
  2. Communication and influencing
  3. Planning and organizing
  4. Making things happen
  5. Engaging Talents

 

Thinking beyond the horizon

Langkah yang pertama adalah dengan memegang Yeremia 29:11 di awal bahwa Tuhan merancangan rancangan damai sejahtera dan hari depan yang penuh harapan. Mungkin saat ini Anda masih SMA, kuliah atau baru kerja, Anda masih sering merasakan bagaimana sulitnya ujian, kekurangan uang, putus dari pacar Anda atau hal-hal yang menyedihkan lainnya. Namun Anda perlu menyadari bahwa hal tersebut bukanlah rencana Tuhan Yesus bagi hidup Anda. Mazmur mengatakan Kebajikan dan kemurahanlah yang Allah rencanakan sejak Anda masih di kandungan. Allah sudah merencakan talenta, fisik dan pasangan yang terbaik bagi Anda.

Communication and influencing

Anda sudah direncanakan untuk menjadi berhasil. Apakah itu cukup? Tidak, bagaimana sebuah tanaman dapat bertumbuh di besi? Tanaman harus bertumbuh di tanah yang subur untuk bisa berkembang menjadi pohon yang kuat. Begitu juga dengan hidup Anda. Dimanakah tempat terbaik untuk Anda bertumbuh. Di GKKD ada club yang tersebar di area Jakarta Selatan Anda bisa bergabung untuk menemukan komunitas yang sama-sama bertumbuh dalam Firman Tuhan. Di dalam club Anda akan belajar berkomunikasi dan memberikan dampak bagi orang lain.

Planning and organizing

Awal tahun adalah waktu yang paling baik untuk merencanakan kembali target tahun tersebut. Jadi pastikan rencana yang Anda buat di awal tahun selaras dengan Firman dan rencana Tuhan. Di sepanjang bulan yang dilewati Anda dapat mengatur hal apa yang harus difokuskan dan hal apa yang harus dikurangi sehingga Anda menjadi lebih dekat dengan tujuan Anda dalam Kristus Yesus. Dalam perjalanannya Anda akan melihat hal-hal apa saja yang sebenarnya Anda butuhkan dan hal-hal yang tidak Anda butuhkan.

Kita bisa analogikan bila Anda naik motor dari Jakarta ke Bandung dengan kecepatan 40 km/jam atau 100 km/jam. Dengan kecepatan 40 km/jam Anda akan bisa melihat apa saja yang ada di kanan kiri jalan. Anda akan melihat banyak tempat makan. Hal ini akan membuat Anda menjadi lebih sering istirahat dan singgah. Jika Anda suka menunda-nunda maka Anda akan semakin jauh dari Chief of the Mountains. Dengan kecepatan 100 km/jam maka Anda akan fokus hanya ke jalanan dan kendaraan lain. Anda bisa melihat toko di pinggir jalan, namun Anda tidak akan memikirkan toko-toko di pinggir jalan. Saat Anda menambah kecepatan menjadi 150 km/jam mungkin Anda menjadi lebih fokus lagi, Anda akan meminta penumpang yang ada di belakang Anda untuk tenang dan mengganggu fokus Anda.

Making things happen

Anda ada di dunia tidak hanya untuk menerima Janji Tuhan, melainkan untuk menggenapinya juga. Setelah Anda mengetahui poin-poin di atas, Anda harus mengeksekusinya dan menjadikan Chief of the Mountain menjadi kenyataan. Ingat artikel yang sebelumnya? Anda setia bukan karena menjaga talenta Anda tetap satu, melainkan mengembangkannya menjadi lebih banyak.

Engaging Talents

Dengan empat poin di atas, harusnya Anda sudah semakin dekat dengan Chief of the Mountain. Namun apa yang Anda miliki harus dikoloborasikan dengan talenta-talenta yang dimiliki orang lain. Dalam mengkoloborasikannya maka kita harus juga mau dikembangkan dan mengembangkan orang lain. Dengan system pemuridan maka setiap orang belajar dan mengajar. Dengan demikian Chief of the Mountains yang telah Anda miliki dapat terus dikembangkan kepada orang lain dan semakin banyak orang yang menjadi Chief of the Mountains.

 

Khotbah Pdt. Andi Wijaya pada kebaktian Southers Sunday Service 17 April 2016.

Penulis : Dimetrius Rasul

Advertisements

Kriteria Baik dan Setia

Firman Tuhan mengajarkan kita tentang bagaimana kita mengembangkan talenta yang ada di dalam hidup kita. Matius 25 dimulai dari ayat yang ke-14 menceritakan bagaimana kriteria orang yang baik dan setia dalam mengembangkan talentanya.

Di ayat ke 15 dikatakan : “Yang seorang diberikan lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia (tuannya) berangkat.” Jadi ada tiga macam orang dengan kesanggupan yang berbeda-beda. Saudara, saat Anda menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat Anda, dapat dipastikan Anda merupakan salah satu dari tiga macam orang di atas.

Lalu ketika Anda menyadari bahwa Anda memiliki talenta, ada beberapa cara mudah untuk mendefinisikan apa talenta Anda. Talenta Anda kemungkinan terbesar adalah apa yang Anda sering lakukan, sukai dan Anda kuasai. Contohnya bila Anda senang bermain musik, maka Anda akan latihan setiap hari, membeli peralatan musik, membaca artikel tentang musik dan terus mengembangkan keahlian Anda dalam bermain musik. Bila menghabiskan banyak waktu untuk bermain musik maka musik bisa dikatakan salah satu dari talenta yang Anda miliki.

Mari kita lanjutkan ceritanya ke ayat 16 : Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.” Dan ayat 17 : “ Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.” Selanjutnya ayat 18 : “ Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.”

Dari ayat-ayat di atas dapat disimpulkan ada 2 kriteria manusia. Yang pertama adalah yang mengembangkan talentanya sehingga jadi berlipat ganda dan yang kedua adalah yang menyimpan talentanya.

Dari kriteria ini dapat dilanjutkan contoh di atas. Bila Anda senang bermain musik maka talenta Anda bisa dikembangkan dengan mempelajari alat musik lainnya, belajar mengajari orang bermain musik, bahkan mengembangkan hobi Anda lainnya, misalkan dalam bidang marketing yang nantinya bisa digunakan untuk memasarkan talenta bermusik Anda juga. Di sisi lain Anda juga bisa hanya stop dengan satu musik yang Anda sukai dan hanya mengembangkan satu-satunya musik yang Anda kuasai.

Kita lanjutkan dengan kesimpulan dari perikop Matius 25 di ayat yang ke-20 : “ Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, Lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.” Dilanjutkan di ayat yang ke-21 : “ Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”

Lalu kesimpulan untuk kriteria yang menyimpan talentanya di ayat yang ke-26 : “ Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?” Dapat dilihat bahwa sang tuan marah kepada hamba yang hanya menyimpan talenta dan tidak melipatgandakannya.

Jadi apakah kesimpulan dari kriteria talenta yang kita kembangkan? Apakah yang harus kita lakukan terhadap talenta kita? Dalam ayat di atas dijelaskan definisi baik dan setia adalah orang yang melipatgandakan talentanya. Contohnya bila Anda menggemari musik maka Anda bisa belajar juga tentang marketing, investasi atau hal-hal lainnya. Dengan stop untuk belajar hal lain maka Anda akan berhenti pada satu musik yang Anda gemari dan Firman Tuhan mengatakan hal tersebut sebagai kejahatan dan kemalasan.

Mari kita lihat kembali kepada visi kita masing-masing. Kuartal satu tahun 2016 sudah mulai berakhir. Apakah Anda sudah menjalani kuartal satu sesuai dengan visi Anda? Apakah talenta yang Anda miliki telah berlipatganda? Atau selama kuartal satu ini Anda hanya menyimpan talenta yang Anda miliki? Sangat baik bagi kita untuk kembali mengevaluasi visi kita di tahun 2016 sebelum kuartal 1 berakhir.

Dikutip dari pdt. Otto Pangabean dalam khotbah Pelican Service 3 April.

Penulis : Dimetrius Rasul

Setia pada Perkara Kecil

Matius 16 : 10 mengatakan Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Ayat sebelumnya membahas tentang keuangan, sehingga jelas bahwa uang adalah perkara-perkara kecil.

Anda akan melihat bahwa setiap orang ingin mendengarkan nasihat dari orang yang telah sukses dalam keuangannya. Setiap orang ingin agar keuangannya baik dan hidup dalam kelimpahan. Dalam Yeremia 29 : 11, dikatakan bahwa Tuhan memberikan kita rancangan depan yang penuh harapan. Orang lain sulit untuk memberikan Anda jawaban yang tepat, tapi Tuhan Yesus telah menjanjikan kepada Anda rancangan damai sejahtera dan hari depan yang penuh harapan.

Sebuah ilustrasi akan menjelaskan betapa pentingnya sebuah janji. Bila Anda dijanjikan beasiswa full untuk kuliah pada saat kelas 3 SMA karena prestasi yang Anda miliki, Anda akan melihat bahwa Anda sudah kuliah di sebuah kampus yang besar dengan biaya gratis. Dapat dilihat di sini, Anda masih kelas 3 SMA. Anda belum pernah pergi ke kampus untuk kuliah. Bahkan kemungkinan besar Anda belum menyelesaikan Ujian Nasional, tapi Anda memiliki imajinasi dan pengharapan sudah memiliki rencana untuk 4 tahun ke depan untuk kuliah dengan biaya gratis.

Ilustrasi di atas juga memberikan gambaran mengenai janji Kristus. Mungkin uang Anda hampir habis. Atau keluarga Anda tidak memiliki biaya kuliah untuk Anda. Hal ini seharusnya tidak membuat Anda cemas dan lesu. Karena sekalipun banyak masalah di depan Anda, Anda bersukacita karena Firman Tuhan mengatakan Anda diberkati. Anda tetap bisa kuliah dan memiliki masa depan cerah. Bukan karena kekuatan finansial keluarga Anda, melainkan karena janji Tuhan yang menjadi tuntunan hidup Anda.

Apakah janji Tuhan bisa dapat diandalkan dan membuat kita berani memberi? Bagaimana jika setelah kita memberi, kita tetap tidak berkelimpahan? Seolah-olah Tuhan berjanji seperti manusia berjanji. Kelihatannya Tuhan bisa salah, lupa atau lalai menepati janji-NYA.

Dalam Maleakhi 3:10 dikatakan Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada  persediaan makanan di rumahKu dan ujilah Aku, firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. Dikatakan bahwa Anda bisa menguji Tuhan dalam hal memberi.

Yesus menjawab kepada orang Farisi dalam lukan 4:12 bahwa kita tidak boleh menguji Tuhan Allahmu. Dapat dimengerti bahwa Anda tidak boleh mencoba Tuhan Allah kecuali dalam hal memberi. Jadi bila Anda merasa ragu dalam memberi, ujilah Tuhan. Anda pasti akan mendapatkan kelimpahan di dalam kehidupan Anda. Tingkap-tingkap langit akan dibuka dan berkat Tuhan akan mencurahkan berkat kepada Anda.

Dikutip dari ev. Bernard Pangabean dalam khotbah Southers Sunday Service 6 Maret.

Penulis : Dimetrius Rasul

Is Jesus Real?

Apakah Anda mengenal orang tua Anda? Teman Anda atau sahabat Anda? Pertanyaan tersebut mudah untuk dijawab. Anda bisa menyebutkan nama-nama dari pertanyaan di atas. Apa yang membuat Anda mengenal mereka? Apa karena intensitas, komunikasi, pertemuan atau hall lainnya? Semua hal tersebut sering terjadi pada setiap hidup manusia. Kita berkenalan, mengobrol dan kita menyebut mereka teman atau sahabat. Namun siapakah Yesus menurut hidup Anda?

Ada sekolompok orang yang menyebut Yesus adalah seorang nabi. Ada juga yang menyebutnya sebagai rabi. Yesus juga sering disebut sebagai penolong ketika manusia memiliki masalah. Anda bisa memiliki sebutan yang lain terhadap Yesus. Menurut Alkitab, Yesus adalah seorang Mesias. Seorang yang akan membuat hidup Anda berubah dari gelap menuju terang.Apakah hal tersebut nyata di hidup Anda?

Bila Anda tidak merasa Yesus itu nyata maka Anda akan kesulitan mengambil respon yang tepat terhadap hal-hal yang terjadi pada hidup Anda. Kalau Anda tidak merasa bahwa Yesus nyata maka Anda akan kesulitan untuk memasukan Yesus ke dalam setiap hal di hidup Anda. Begitu juga dengan pemberian Anda. Anda akan gagal memahami bahwa Yesus telah memberikan nyawanya untuk menebus dosa saudara. Hal ini menyebabkan Anda kesulitan untuk memberikan persembahan atau perpuluhan kepada gereja. Anda akan melihat bahwa uang yang Anda pegang adalah jaminan atau kekuatan pada hidup Anda.

Bukanlah hal yang sulit untuk melihat hal di atas. Orang yang tidak mengandalkan Yesus di hidupnya akan cenderung untuk ragu dan takut untuk memberikan uangnya kepada gereja. Mereka lebih mempercayakan hari esok dari seberapa besar uang yang mereka pegang. Hal ini merupakan hal yang penting mengingat Alkitab mencatat bahwa uang termasuk dalam perkara kecil. Lukas 16 : 10 mengatakan orang yang tidak setia terhadap perkara kecil maka ia juga akan tidak setia terhadap perkara besar. Kegagalan manusia mempercayakan uangnya kepada Yesus akan membuat hidup terus berputar dalam kehidupan yang tidak diberkati.

Apakah dengan memberi maka saya akan diberkati? Ya, memberi adalah satu-satunya cara agar Anda diberkati. Berlawanan dengan prinsip dunia dimana menerima berkat bisa dilakukan dengan kerja keras, menabung, investasi dan memulai bisnis. Saya tidak mengatakan cara tersebut salah, saya menjelaskan bahwa dasarnya bukanlah hal-hal tersebut. Karena jika Anda mendasari berkat dengan cara dunia maka Anda akan semakin takut untuk memberi.
Mari, ambilah dasar dalah Yoh 3:16 bahwa Allah telah terlebih dahulu memberikan Anak-NYA yang tunggal untuk menebus hidup kita dari kutuk, dosa dan kegagalan-kegagalan lainnya. Yesus adalah pribadi yang nyata. Ketika Anda hidup berdasarkan Firman Tuhan maka Anda akan memiliki kasih. Melalui kasih yang Anda dapatkan, maka memberi adalah hal yang mudah untuk Anda lakukan. Semuanya dimulai dari Yesus bukan dari manusia. Pemberian yang Anda beri tidak membuat Yesus kaya, melainkan membuat Anda menjadi orang yang hidup di dalam berkat.

Dikutip dari ev. Zaldy Muryadi dalam khotbah Southers Sunday Service 28 Februari.

Penulis : Dimetrius Rasul